Pages

Komputer pada jaman purba



Dalam tahun 1900, para penyelam bunga karang dekat Antikitera, menemukan bekasbekas
sebuah perkakas dari logam, yang sudah berkarat, didasar laut. Para sarjana mulamula
mengira, bahwa apa yang telah diketemukan itu merupakan sisa-sisa pesawat ruang
angkasa dari tahun 65 sebelum Masehi. Dalam tahun 1959, seorang sarjana Inggris, Solla
Price, menimbulkan suatu kejutan dunia, ketika dia dalam bulan Maret 1962 membuat
pengumuman sebagai berikut: “Kelihatannya, bahwa benda itu benar-benar merupakan se
buah Komputer, yang dapat menentukan dan menguraikan gerak matahari, bulan, dan
mungkin juga gerak planit-planit”.
Sarjana akhli itu merasa dirinya sangat rendah, dan hanya dapat menyatakan kekaguman
dan hormatnya kepada nenek moyang kita, yang telah memiliki ilmu pengetahuan
demikian tinggi, walaupun rasa hormat itu disertai dengan sedikit rasa takut.
Dalam bulan Juni 1959 dia menulis dalam “Scientific American” sebagai berikut:
“Adalah sangat menakutkan untuk mengetahui, bahwa dekat sebelum peradaban mereka
yang tinggi itu runtuh, Bangsa Yunani kuno telah dapat mencapai apa yang baru sekarang
kita capai, bukannya hanya dalam cara berfikir, melainkan juga dalam ilmu
pengetahuan Teknologi”.
Apa yang nyata terjadi di Yunani kuno itu, terjadi juga di Amerika Kuno. Seorang penulis
yang bernama Gareilaso de La Vega, seorang anak laki-laki dari seorang laki-laki Spanyol
dan wanita puteri bangsa Inca, menguraikan pada permulaan abad ke 17, bahwa bangsa
Inca di lembah Rimac mempunyai sebuah patung “yang berbicara dengan menjawab
pertanyaan-pertannyaan seperti sabda Dewa Apollo di Delphi”.
Sayangnya, Garcilaso adalah tidak cermat, dan dia sama sekali tidak bercerita tentang
caranya patung itu bekerja, walaupun kesemuanya itu mengigatkan kita kepada
kompyuter-modern kita.

0 komentar:

Poskan Komentar