Pages

MINYAK ALAM DAN GAS BUMI


BAB I
PENDAHULUAN


1.      Alasan Pemilihan Judul
Dari berbagai kota yang kami kunjungi, kami akan memilih tema tentang               “ Secercah Terjadinya Minyak Alam dan Gas Bumi “.
1.1.      Kami mengetahui lebih mendalam tentang migas
1.2.      Lebih mudah untuk dianalisis
1.3.      Adanya brosur dan buku – buku lain yang berhubungan dengan minyak alam dan gas bumi sehingga dapat kami gunakan sebagai bahan pembahasan

2.      Ruang Lingkup
         TMII ( Taman Mini Indonesia Indah )
v  Museum Migas

3.      Tujuan Penulisan
         3.1.   Agar pembaca dapat mengetahui tentang minyak alam dan gas bumi ( migas )
         3.2.   Untuk melengkapi tugas  tugas dan memenuhi syarat – syarat untuk mengikuti UAN di Kelas 3

4.      Sistematika Karya Tulis
         4.1.   Pengesahan
         4.2.   Motto
         4.3.   Persembahan
         4.4.   Kata Pengantar
         4.5.   Daftar Isi
         4.6.   BAB I ( Pendahuluan )
¨Alasan Pemilihan Judul
¨Ruang Lingkup
¨Tujuan Penulisan
¨Sistematika Karya Tulis
4.7.      BAB II ( Pembahasan )
¨      Asal Mula Minyak Bumi
¨      Pemburuan Minyak Bumi
¨      Pengeboran Minyak bumi
¨      Manfaat Minyak Bumi sebagai “ SDA ” Yang Menciptakan Lapangan Kerja
4.8.      BAB III ( Simpul dan Saran )
BAB II
PEMBAHASAN



1.      Asal Mula Minyak Bumi
Hallo kawan – kawan saya Gawitra Mobensin, ingat kan ? kalau waktu yang lalu saya bercerita tentang asal mula minyak kali ini saya bercerita tentang pendayagunaan minyak dan gas bumi. Tahu nggak barang – barang dan bahan – bahan disekitar kita sebagian besar dibuat dari minyak dan gas bumi lho ! nah sekarang ikut saya.
Masih ingat kan, tentang minyak berasal ? tuh lihat, minyak bumi di sedot ke atas. Minyak dan gas bumi pada waktu di produksi mengalami proses pemisahan menjadi minyak dan gas bumi kandungan air yang ada langsung di buang. Setelah itu gas dan minyak bumi di olah dalam tungku pengolah. Kemudian dalam bentuk uap disalurkan mulai pipa – pipa ke dalam kolom pemisahan.
Gas dan minyak bumi di olah di kilang / pabrik minyak. Gas bumi menghasilkan LNG dan LPG. Minyak bumi menghasilkan LPG BBM, Minyak bumi, Pelumas, Aspal, , bahan – bahan anti bocor dan lilin – lilin selain untuk penerangan dan pembatik, juga dapat di pakai untuk bahan pelapis obat agar tidak pahit serta pelapis permen agar tidak mudah luntur.

II.     Pemburuan Minyak Bumi
Lebih dari seratus tahun yang  lalu, cara satu – satuny a yang di lakukan oleh orang dalam mencari minyak ialah dengan cara menyebar tempat – tempat yang di duga mengandung minyak. Tempat yang dilakukan penyebaran di terka – terka saja dan ada pula yang berpedoman pada tempat itu merembas ke permukaan bumi. Alat yang dipergunakan data itu juga sangat sederhana, tidak mengherankan jika usaha seperti itu sering tidak memberikan hasil dan kemudian hanya meninggalkan bekas sumur – sumur yang terdapat di mana – mana di berbagai negara.
Namun terlepas dari segala macam kemajuan dan keberhasilan yang telah dai lakukkan manusia dalam bidang kegiatan giologi dan giofisika itu. Sehinga saat ini belum ada satu campuran yang dapat menentukan secara pasti sumber minyak bumi.

III.    Pengeboran Minyak Bumi
Pada umumnya proses pengeboran minyak di lakukan pada sumur yang telah dipastikan. Setelah semua peralatan tersedia, menara bor dan percobaan pengeboran dapat dimulai. Menara pengeboran yang dipakai dalam mencari minyak terbuat dari rangka – rangka baja yang sangat kokoh. Pada bagian sebelah bawah terdapat lantai yang di tengah – tengahnya terdapat sebuah meja putar yang digerakkan dengan mesin, di bagian atasnya terdapat sebuah alat pengangkat dengan sebuah kerekan. Sebuah pipa persegi empat atau enam yang dinamakan  Kelly dikaitkan dengan alat yang disebut dengan Swivel. Bagian bawah Kelly disambungkan pada pipa bor, sedangkan pada ujung sebelah bawah pipa bor dipasangkan pahar bor yang bergerigi. Bila mesin dihidupkan dan meja diputar mulai bergerak, maka pipa dan pahat bor ikut bergerak bersama – sama. Begitu pahat tersebut menyentuh tanah, mulailah proses pengeboran.
Pipa itu selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang bor dan pekerjaan pengeboran kemudian dilanjutkan, Lumpur ini diperlukan sebagai alat pelican dan serta pendingin pahat, serta untuk menyumbat sisi – sisi lubang supaya tidak longsor. Lumpur itu kemudian naik kembali ke atas permukaan tanah melalui ruang dantara dinding lubang dinding luar pipa bor dengan membawa kepingan – kepingan batu yang di kerat oleh pahat bor di dalam tanah.

MANFAAT MINYAK BUMI SEBAGAI SUMBER DAYA ALAM
YANG MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA

Sebagai :
1.   Sebagai bahan bakar minyak
      Pabriknya, penambangan dan SPBU yang membutuhkan tenaga kerja yang menghasilkan pajak bagi Negara
2.   Sebagai salah satu kebutuhan rumah tangga, seperti :
      Sabun mandi, sabun cuci, dll
3.      Sebagai campuran zat – zat kimia yang berada pada produk – produk yang beredar di masyarakat
4.      Sebagai devisa Negara karena di ekspor ke berbagai negara di dunia sebagai bahan bakar minyak dan tambang.



BAB III
SIMPUL SAN SARAN


A.     KESIMPULAN
Sumber daya alam Indonesia seperti minyak bumi dan gas alam sangatlah di butuhkan sekali sebagai penambahan devisa negara dan sebagai semua pemenuhan kebutuhan masyarakat Indoensia sebagai bahan bakar minyak.

B.     SARAN
Gunakanlah bahan bakar minyak itu dengan efisien dan sehemat – hematnya, karena itu adalah salah satu SD yang tidak bisa di perbaharui lagi dan SDA yang sangat di butuhkan oleh manusia. Oleh karena itu gunakanlah sehemat – hematnya.


DAFTAR PUSTAKA



      Ismail, Taufiq, DKK, 1997, Pertamina Dari Puing – Puing Ke Masa Depan, Refleksi dan Visi, Jakarta : Hupnas Pertamina



0 komentar:

Poskan Komentar