Pages

DASAR – DASAR KECERDASAN MAJEMUK

DASAR – DASAR KECERDASAN MAJEMUK
Menurut Howard Gradner (1987), Kecerdasan dasar manusia ada 8, kecerdasan tersebut meliputi:
1) Kecerdasan Linguistik adalah kemampuan menggunakan kata secara lisan maupun tertulis, (misalnya; pendongeng, orator, politisi, waratawan, sastrawan, editor, wartawan, dll).
2) Kecerdasan Matematis Logis adalah kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran dengan benar, (misalnya; akuntan, ahli matematika, ahli Statistik, pemrogaman computer, ilmuwan, ahlil logika, dsb)
3) Kecerdasan Spasial adalah kemampuan mempresepsi dunia spasial visual secara akurat dan mentransformasikan persepsi dunia spasial dan visual tersebut, (misalnya; pemburu, pramuka, arsitek, dekorator interior, seniman atau penemu, dsb)
4) Kecerdasan Kinetis Jasamani adalah kemampuan mengekspresikan ide dan perasaan serta menciptakan atau mengubah sesuatu, (misalnya: actor, pantomim, pematung, atlet, penari, pengrajin, dokter bedah).
5) Kecerdasan Musikal adalah kemampuan menangani bentuk – bentuk musical dengan cara mengekspresikan dna membedakan, (misalnya : penikmat musik, kritikus music, komposer, penyanyi)
6) Kecerdasan Interpesonal adalah kemampuan memersepsi dan membedakan susasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain.
7) Kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman diri (kekuatan dan keterbatasan diri.
8) Kecerdasan Naturalis adalah keahlian mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar.


 LANDASAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK
Howard Gradner menyusun syarat pokok yang harus dipenuhi oleh setiap kategori kecerdasan.
1. Potensi yang terisolasi akibat kerusakan otak (kerusakan otak karena cidera dapat mengganggu kecerdasan tertentu, tetapi tidak mempengaruhi kecerdasan yang lain.
2. Adanya Savant, Genius, dan orang – orang besar lainnya yaitu Nampak satu kecerdasan yang sangat menonjol (individu yang menunjukan kemampuan superior pada satu kecerdasan, sedang kecerdasan yang lain sangat rendah).
3. Riwayat perkembangan khusus dan kinerja “ Kondisi Akhir” bertaraf ahli yang khas.
4. Sejarah Evolusioner dan kenyataan logis evolusioner.
5. Dukungan dari teman psikometrik.
6. Dukungan dari penelitian psikologi eksperimental.
7. Cara kerja atau rangkaian cara kerja dasar yang teridentifikasi (setiap kecerdasan persis program komputer yang membutuhkan cara kerja tertentu).
8. Kemudian menyajikannya kedalam sistem simbol.

 POIN – POIN KUNCI DALAM KECERDASAN MAJEMUK
1. Setiap orang memiliki kedelapan kecerdasan
2. Orang pada umumnya dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai.
3. Kecerdasan – kecerdasan umumnya bekerja bersamaan dengan cara yang kompleks.
4. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas dalam setiap kategori.




 Keberadaan Kecerdasan yang lain
Disamping kedelapan kecerdasan, mungkin ada kecerdasan yang lain, misalnya kecerdasan spiritual, moral, humor, intuisi, kreativitas, memasak, penciuman dsb.



 Kaitan Teori Kecerdasan Majemuk dengan Teori Kecerdasan yang lain.
Teori Kecerdasan Majemuk adalah model kognitif yang berupaya menjelaskan bagaimana seseorang menggunakan kecerdasan mereka untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk, teori yang lain adalah teori kepribadian.


II. KECERDASAN MAJEMUK DA PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Untuk menerapkan suatu model pembelajaran di lingkungan sekolah, terlebih dahulu merapkan model Kecerdasan Majemuk pada diri kita sebagai pendidik dan pelajar dewasa.
Hal itu dapat dilakukan dengan cara :
1. Menilai kecerdasan majemuk kita sendiri.
2. Memanfaatkan sumber daya kecerdasan majemuk.
a. Meminta bantuan teman yang ahli.
b. Meminta bantuan siswa.
c. Menggunakan tekonologi yang ada.
d. Mengembangkan kecerdasan majemuk anda.


 Kecerdasan dapat berkembang atau tidak tergantung pada 3 (tiga) faktor :
a. Faktor Biologis (faktor keturunan atau genetis dan cidera otak sebelumnya, selama dan setelah kelahiran).
b. Sejarah hidup pribadi (pengalaman dengan orang tua, guru, teman sebaya, orang lain, baik yang membangkitkan dan menghambat).
c. Latar belakang kultural dan historis.

 Pendorong dan penghambat kecerdasan
a. Crystallizing Experiences ( Pengalaman yang menkristalkan )
b. Paralyzing Experiences ( Pengalaman yang melumpuhkan )

 Pengaruh lingkungan yang mendorong dan menghambat kecerdasan
a. Akses ke sumber daya atau mentor.
b. Faktor historis – kultural.
c. Faktor geografis.
d. Faktor keluarga.
e. Faktor situasional.

Teori Kecerdasan Majemuk menawarkan model perkembangan kepribadian yang membantu para pendidik memahami bagaimana profil kecerdasan mereka sendiri dapat mempengaruhi pendekatan – pendekatan pengajaran mereka di ruang kelas, dan membantu mengembangkan kecerdasan yang tidak berkembang menjadi lebih baik dan membawa kecerdasan yang tidak berkembang menuju ke tingkat kecakapan yang lebih tinggi.





III. MENILAI KECERDASAN MAJEMUK SISWA.
Setiap anak memiliki delapan kecerdasan dan dapat mengembangkan sikap kecerdasan sampai tingkat kompetensi yang cukup tinggi. Namun biasanya hanya muncul dua atau tiga kecerdasan yang menonjol. Guru jangan sampai membatasi seorang siswa hanya dalam satu wilayah kecerdasan saja, karena siswa mempunyai kelebihan di wilayah tertentu.

 Minilai kecerdasan siswa dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengamati kegiatan siswa (check list).
2. Mengumpulkan Dokumentasi (foto, video, kaset, dokumen sekolah, dll).
3. Melihat data sekolah (Data komulatif dan hasil prestasi siswa dapat memberi informasi tentang kecerdasan yang dimiliki siswa).
4. Berdiskusi dengan teman guru yang lain / guru spesialis mata pelajaran yang dapat memberikan informasi tentang kecerdasan siswa.
5. Bicara dengan orang tua.
Informasi orang tua sangat diperlukan untuk mengembangkan Kecerdasan majemuk siswa.
6. Bertanya kepada siswa, karena merekalah yang sangat tahu tentang kecerdasan yang paling berkembang yang dia miliki.
7. Menyelenggarakan kegiatan khusus.
Guru meneyelenggarakan kegiatan khusus yang dapat menampung berbagai kegiatan dan keunikan siswa sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya, dengan demikian guru dapat melihat mengenali kecerdasan yang dimiliki siswanya.



IV. MENGAJARKAN KECERDASAN MAJEMUK KEPADA SISWA.
Salah satu aspek yang paling bermanfaat dari teori kecerdasan majemuk adalah mempermudah anak dalam menghadapi proses belajar mereka. Ketika anak terlibat dalam kegiatan meta kognitif anak dapat memilih strategi yang tepat untuk memecahkan masalah.

 Pengantar Lima Menit Teori Kecerdasan Majemuk
Di dalam mengajarkan kecerdasan majemuk kepada siswa cukup waktu lima menit dengan pertanyaan – pertanyaan yang dapat memanggil potensi anak menurut kecerdasan yang dimiliki tanpa menyisihkan sebagian anak dari pembicaraan.
Contoh : kecerdasan linguistik, dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut :
- Siapa yang bisa berbecerita ?. ”Saya” jawab anak – anak.
- Siapa yang suka membaca buku ? dll
Itu contoh kecerdasan berbahasa dan semua anak yang menjawab berarti cerdas berbahasa. Hal itu dilakukan pula pada kecerdasan – kecerdasan yang lain.
Misalnya : - Kecerdasan matematis logis
- Kecerdasan spasial.
- Kecerdasan Musik
- Kecerdasan Interpersonal sampai pada kecerdasan naturalis.

 Kegiatan untuk mengajarkan Teori Kecerdasan Majemuk
1) Hari Karier (Carier Day)
Hari Karier dapat dilakukan dengan cara sekolah mendatangkan seorang ahli dalam bidang masing – masing, contoh ; editor, aristek, akuntan, atlet, konselor, dll. Untuk mempresentasikan kecerdasan mereka di depan anak – anak. Sehingga anak – anak tahu kecerdasan yang mereka miliki dan memotivasi anak mengembangkan kecerdasannya.
2) Karya Wisata
Mengajak siswa ke perpustakaan,laboratorium, stasiun radio, usaha kerajinan dsb.
3) Biografi
Meminta siswa mempelajari Biografi para tokoh seperti ; enit Blyton, Cairil Anwar ( cerdas bahasa ), Habibie (cerdas logika), Affandi (cerdas gambar), WR. Supratman (cerdas musik), dll.
4) Rencana Pelajaran
Menyusun pelajaran dengan memasukkan delapan kecerdasan dalam setiap mata pelajaran.
5) Pengalaman Empiris yang Praktis
Meminta siswa melakukan delapan kegiatan yang difokuskan pada satu kecerdasan tertentu.
6) Gambar / Poster Dinding (biografi / poster tokoh – tokoh terkenal, memasang gambar yang menarik).
7) Rak Pameran (memamerkan hasil karya anak).
8) Buku bacaan atau artikel tentang teori kecerdasan majemuk (menggunakan buku bacaan yang lebih banyak)
9) Meja kecerdasan majemuk.
Menyediakan untuk dapat mengenali bakat masing – masing anak, dilakukan diawal tahun.
10) Berburu kecerdasan
Memperkenalkan teori kecerdasan majemuk pada anak awal tahun pelajaran.
11) Papan Permainan : berupa permainan simbol yang menggambarkan delapan kecerdasan majemuk.
12) Cerita, lagu, dan drama kecerdasan majemuk, oleh guru dikembangkan.
V. KECERDASAN MAJEMUK DAN PERKEMBANGAN KURIKULUM
Sumbangan terbesar teori kecerdasan majemuk bagi bidang pendidikan adalah memungkinkan disusunnya kurikulum dalam lingkup luas untuk ”mengembangkan” otak yang terlelap yang dikhawatirkan oleh Goadlod terjadi di sekolah kita.
 Latar Belakang Historis Pengajaran Modus Majemuk.
Bahwa pengajaran modus majemuk jangan digunakan paksaan tetapi hendaknya dengan cara – cara yang menyenangkan artinya seorang guru dalam proses pengajarannya menggugah pikiran siswa tanpa terpaku pada teks dan papan tulis. Dengan menggunakan metode – metode yang tepat bagi semua anak didik yang beragam.

 Guru Kecerdasan Majemuk.
Di kelas kecerdasan majemuk, guru diharapkan mampu mengubah metode presentase, mulai dari metode linguistik ke Metode Spasial, lalu ke Metode Musik, sehingga dapat mengkombinasikan berbagai kecerdasan secara kreatif.

 Metode dan Materi Kunci Kecerdasan Majemuk.
Metode diterapkan dalam pengajaran melalui kecerdasan majemuk seperti pada tabel berikut, contoh :
1. Kecerdasan Linguistik.
a. Curah gagasan (menulis, pidato, permainan dengan kata – kata berbagai rasa)
b. Bercerita (bicara di depan umum secara spontan dll)
c. Menulis jurnal (deklamasi, membaca bagi diri sendiri)
d. Merekam dengan kaset (menggunakan program pengolahan kata)
e. Publikasi (membuat majalah dinding)
f. Heuristik.

2. Kecerdasan Matematis Logis
a. Soal matematika
b. Pertanyaan ala sokrates
c. Klasifikasi dengan kategorisasi
d. Kakulasi dan kuantifikasi
e. Penalaran ilmiah dst.
Penalaran kedelapan kecerdasan majemuk yakni ke spasial sampai pada kecerdasan naturalis.

 Cara Menyusun Rencana Pelajaran Kecerdasan Majemuk.
a. Berpusat pada tujuan dan topik tertentu
b. Menjawab pertanyaan kunci kecerdasan majemuk
c. Mempertimbangkan kemungkinan lain yang dapat membantu proses belajar
d. Curah Gagasan (mencatat semua yang melintas di benak) curah gagasan dengan guru yang lain.
e. Memilih kegiatan yang cocok.
f. Menyusun rencana pelajaran yang berkesinambungan.


 Kecerdasan Majemuk dan Pengajaran Tematis.
Teori Kecerdasan Majemuk mengkondisikan penyusunan kurikulum berdasarkan tema. Untuk dapat memastikan bahwa kegiatan – kegiatan yang dipilih dalam satu tema akan mengaktifkan kedelapan kecerdasan sehingga membangkitkan bakat alami setiap anak.


VI. KECERDASAN MAJEMUK DAN STRATEGI PENGAJARAN
Teori Kecerdasan Majemuk kemungkinan pada berbagai strategi diterapkan di kelas. Sehingga guru lebih leluasa mengembangkan strategi pengajaran yang inovatif yang relatif yang baru di dunia pendidikan. Di dalam kelas setiap siswa memiliki delapan kecerdasan yang berbeda – beda. Guru yang baik adalah guru yang dalam presentasi melibatkan siswa secra aktif mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Ada 40 strategi pengajaran, dan 5 strategi untuk setiap kecerdasan.
 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Lingusitik.
a. Bercerita (bercerita harus dijadikan strategi yang vital)
b. Curah gagasan
c. Merekam dengan tape recorder
d. Menulis jurnal
e. Publikasi

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Matematis
a. Kalkulasi dan kuatifikasi.
b. Klasifikasi dan katergorisasi
c. Pertanyaan sokratis (berfikir kritis)
d. Heuristik.
e. Penalaran ilmiah.

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Spasial
a. Respons tubuh (dengan gerakan – gerakan tubuh)
b. Teater kelas (bermain peran)
c. Konsep kinestetis (tebak kata)
d. Hands on thinking (menciptakan sesuatu dengan tangan siswa)
e. Peta tubuh (anggota tubuh dijadikan alat pedagogis)

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Musik
a. Irama lagu rap dan senandung
b. Diskografi (tape recorder, CD, rekaaman, dll)
c. Musik super memori (belajar sambil mendengarkan musik)
d. Konsep musikal (menglunkan musik untuk berfikir)
e. Musik suasana (membangun suasana hati)

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Interpersonal
a. Berbagai rasa dengan teman sekelas.
b. Formasi patung dari orang
c. Kerja kelompok
d. Board Games (game dengan menggunakan papan)
e. Simulasi.

 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Intrapersonal
a. Sesi refleksi satu menit.
b. Hubungan materi pelajaran dengan pengalaman pribadi.
c. Waktu memilih (siswa bebas membuat keputusan tentang pengalaman belajar)
d. Momentum mengekspresikan perasaan (membuat siswa merasa nyaman)
e. Sesi pengajaran tujuan (mampu merumuskan tujuan sendiri)


 Strategi Pengajaran untuk Kecerdasan Naturalis
a. Jalan – jalan ke alam terbuka
b. Melihat ke luar jendela.
c. Tanaman sebagai dekorasi
d. Membawa hewan peliharaan ke kelas.
e. Eko study (menghormati alam sekitar)


VII. KECERDASAN MAJEMUK DI LINGKUNGAN KELAS
Lingkungan kelas atau ekologi kelas yang baik adalah lingkungan kelas yang ditata secara fundamental agar dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai jenis pelajaran.
 Kecerdasan Majemuk dan faktor ekologis dalam proses belajar.
Tidak mustahil bahwa di lingkungan kelas banyak faktor yang mendorong dan menghambat proses belajar di kelas. Untuk dapat memfasilitasi siswa perlu di perhatikan apakah ekologi kelas telah memenuhi 8 (delapan) kecerdasan, akan menghasilkan beberapa pertanyaan sebagai berikut :
1. Kecerdasan Linguistik :
a. Bagaimana perkataan lisan digunakan didalam kelas ?
b. Bagaimana siswa dihadapkan pada pernyataan tertulis ? dsb
2. Kecerdasan Matematis Logis
a. Bagaimana penataan waktu dikelas ?
b. Apakah jadwal kelas tersusun secara efektif ? dsb
3. Kecerdasan Spasial :
a. Bagaimana penataan mebel di ruang kelas ?
b. Apakah ruang kelas ditata hingga enak dipandang? Dsb.
4. Kecerdasan Kinestetis Jasmani :
a. Apakah siswa menghabiskan waktunya tanpa ada kesempatan untuk bergerak, atau sering diberi waktu berdiri dan berkeliling (waktu istirahat) ?
b. Apakah siswa memperoleh makanan ringan yang sehat atau ada makanan tambahan di sekolah ?
5. Kecerdasan Musik :
a. Apakah lingkungan auditori mendukung proses belajar ?
b. Bagaimana guru menggunakan suaranya ?

6. Kecerdasan Interpersonal :
a. Apakah siswa sering mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi positif ?
b. Apakah suasana saling memiliki dan saling percaya menjiwai ruang kelas ?

7. Kecerdasan Intrapersonal :
a. Apakah siswa memiliki kesempatan untuk berkerja secara mandiri ?
b. Apakah siswa yang mengalami masalah emosional dipertemukan dengan konselor ?

8. Kecerdasan naturalis :
a. Apakah siswa memperoleh kesempatan menjalani proses kegiatan belajar di luar sekolah ?
b. Apakah di ruang kelas ada makluk hidup lain ?


 Pusat Kegiatan Kecerdasan Majemuk
Pusat kegiatan yang ”Ramah Kecerdasan” dapat memperbesar parameter eksplorasi siswa.

Ada 4 (empat) Pusat Kegiatan :
1. Pusat Kegiatan yang Permanen
Pemberian label yang jelas pada setiap pusat kegiatan sesuai dengan tata nama kecerdasan, sehingga anak dapat memahami kecerdasan majemuk yang mereka miliki dan melakukan interaksi sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya.



2. Pusat Kegiatan Tematis Sementara
Penataan pusat kegiatan tematis, setiap tema hendaknya memuat delapan kecerdasan di dalamnya dari kecerdasan linguistik ke kecerdsasan naturalis.

3. Pusat Kegiatan Umum Sementara
Kegiatn ini dilaksanakan diluar / kelas, seperti ; game, kuis, dll.

4. Pusat Kegiatan Tematis (berpindah) yang Permanen
Kegiatan ini merupakan gabungan dari kegiatan permanen dengan tematis sementara.

5. Pilihan Siswa dan Pusat Kegiatan
Siswa bebas menentukan pilihan dari pusat – pusat kegiatan yang mereka sukai sesuai dengan jenis kecerdasan yang menonjol dari siswa tersebut.



VIII. KECERDASAN MAJEMUK DAN MANAJEMEN KELAS
Pengelolaan manajemen kelas yang baik ;
1. Menarik perhatian kelas.
2. Mempersiapkan masa peralihan
3. Mengkomunikasikan peraturan kelas
4. Membentuk kelompok
5. Menangani perilaku, individual dan menggunakan prespektif yang lebih luas.




IX. SEKOLAH KECERDASAN MAJEMUK
Kecerdasan Majemuk dan Sekolah Tradisional.
Sekolah Tradisional memandang kecerdasan majemuk sebagai mata pelajaran tambahan, bahkan cenderung mengabaikan kecerdasan majemuk.
Aspek – aspek pendidikan Kecerdasaan Majemuk :
1. Pengajaran sehari hari melalui delapan kecerdasan
2. Tema Berskala Sekolah
3. Kelompok minat.
4. Ruang mengalir.
5. Komisi sumber daya masyarakat
6. Kelompok usia campuran heterogen.
Sekolah Kecerdasan Majemuk pada masa depan mungkin akan mencerminkan aspek – aspek yang tidak kita bayangkan saat ini.


X. KECERDASAN MAJEMUK DAN PENILAIAN
Pengukuran Autentik memperlihatikan apa yang telah dipelajari siswa.
Menyerupai lingkungan mereka mewujudkan hasil proses belajar pada kehidupan nyata.
Keunggulan Penilaian Autentik;
1. Berbagai jenis penilaian (catatan tertulis, hasil karya, kaset, video tape, dsb)
2. Proyek penilaian kecerdasan majemuk.
3. Proyek spektrum
4. Key learning komuniti.
5. Unit KPS (Kecerdasan Praktis Sekolah)
6. Art Parpel.
7. Penilaian Melalui Delapan Cara.
8. Penilaian Dalam Bentuk yang sama.
9. Porto Folio Kecerdasan Majemuk.
XI. KECERDASAN MAJEMUK PENDIDIKAN KHUSUS
Dengan teori Kecerdasan Majemuk mulai memandang siswa yang memerlukan kebutuhan khusus sebagai pribadi utuh yang memiliki kekuatan di berbagai wilayah kecerdasan.
Teori Kecerdasan Majemuk sebagai paradigma pertumbuhan.
Menyediakan model untuk memahami Savant, dan memandang anak yang berkebutuhan khusus sebagai pribadi yang pada dasarnya sehat.


XII. KECERDASAN MAJEMUK DAN KEMAMPUAN KOGNITIF
Teori Kecedasan Majemuk membangun konteks yang tepat untuk memahami kemampuan kognitif siswa :
1. Daya ingat (dapat di aktifkan )
2. Pemecahan Masalah.
Teori Kecerdasan Majemuk merupakan model yang meninggalkan kegiatan berfikir tingkat lebih rendah menuju beragam tugas kognitif yang kompleks untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.


XIII. BEBERAPA PERAPAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK YANG LAIN
1. Teknologi Komputer
2. Keragaman Budaya
3. Bimbingan Karier




XIV. KECERDASAN MAJEMUK DAN KECERDASAN EKSISTENSIAL
Gardner menulis kecerdasan ke sembilan kecerdasan eksistensial yaitu kecerdasan sebagai minat pada masalah – masalah pokok kehidupan. Kriteria – kriteria kecerdasan eksistensial ; Nilai kulutura, sejarah perkembangan, sistem symbol, savant, kajian psikometrik, plaosibilitas, dan penelitan otak.
Cara mengintegrasikan kecerdasan eksistensial kedalam pengajaran di kelas ;
1. Melalui SAINS (ilmu pasti/ ilmu alam)
2. Matematika
3. Sejarah
4. Geografi
5. Seni
Melalui penekanan bahwa masalah hakikat kehidupan merupakan bagain integral dalam pemahaman yang menyeluruh akan budaya manusia.

0 komentar:

Poskan Komentar