Pages

Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan

Joke Malam

Joke Malam

Seorang office boy (OB) suatu hari sedang membersihkan lantai di belakang kursi Direktur.

Saat itu sang direktur sedang duduk di kursinya mengerjakan sesuatu yang kelihatan sangat penting di depan komputernya. Saking sibuknya sang direktur berkonsentrasi ke komputer, ia tidak menyadari si office boy mengintip dari pundaknya apa yang sedang ia kerjakan.

Beberapa menit kemudian, di ruang office boy, ia mengatakan kepada rekannya yang lain, bahwa ia tadi sempat mengintip sang boss mengetikkan password-nya! Ia melihat apa yang di ketik bosnya.

Ia pun tegang karena mungkin merupakan satu-satunya yang tahu password orang nomor satu di perusahaan itu!

Kabar angin pun beredar beberapa hari kemudian, dan seorang staf IT yang ingin masuk lewat jaringan ke komputer sang boss untuk mengetahui rahasia perusahaan terutama rahasia boss, mendekati si office boy.

"Saya akan bayar berapa untuk password itu?" tanya si staf IT.

Sang office boy dengan gugup menjawab, "Dua ratus ribu!"
"Kemahalan! Seratus," staf IT berargumen sambil langsung menyodorkan uang seratus ribu.

Oke si office boy pun setuju.

Setelah memberikan uangnya, si staf IT menyiapkan pensil untuk mencatat di secarik kertas. "Oke, apa passwordnya?"
"Bintang, bintang, bintang, bintang, bintang, bintang ! (******)" jawab sang office boy sambil berbisik. :)

Renungan Sore


Sebuah kisah yg menyentuh

Ada seorang istri memberikan tantangan kepada suaminya untuk hidup tanpa dirinya. Dia minta kepada suaminya untuk tidak ada komunikasi sama sekali di antara mereka selama sehari..:'

Si istri berkata kepada suaminya itu, "Bila kamu bisa melewati itu, aku akan mencintaimu selamanya". Dan... sang suami pun setuju.... Dia tidak sms / telpon istrinya seharian..:'(
Tanpa dia ketahui bahwa istrinya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker..

Keesokan harinya sang suami itu pulang ke rumah. Air matanya pun tiba2 menetes melihat istrinya sudah terbaring dengan surat di tangan yang bertuliskan "Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu setiap hari.??

                 "I LOVE YOU.." :*

Don't Ever lost contact with someone you love, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that..
Even a single "hi" or a "good morning" Before you know that someone is no longer there....

Kisah Pengibar Bendera Sang Pusaka 1945


ilyas karim
Merah Putih tak akan berkibar 64 tahun yang lalu tanpa peran petugas pengibarnya. Jika sudah demikian, tak akan pula bangsa ini menikmati kemerdekaannya.Tidak banyak yang mengenal sosok pengibar Sang Saka Merah Putih saat dibacakannya teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Padahal, fotonya mudah ditemui di berbagai buku sejarah. Pria bercelana pendek itu tak lain Ilyas Karim.
Ilyas kini aktif sebagai Ketua Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia, sebuah perkumpulan veteran, merupakan satu-satunya saksi sejarah detik-detik proklamasi yang masih hidup.
Kehidupan Ilyas yang pernah andil dalam berbagai misi penumpasan pemberontakan kurang mendapat perhatian pemerintah. Ia memang tidak mencari pengakuan penuh, tapi itu sudah seharusnya didapat pria yang juga pernah ikut dalam misi perdamaian Garuda II di Kongo, pada 1961 silam. “Dia (pemerintah) tahu, kami berjuang,” ujar Ilyas kecewa.
Meski demikian, Letnan Kolonel Purnawirawan ini tak ingin menuntut banyak. Ilyas hanya ingin menghabiskan masa tuanya dengan melihat kemerdekaan rakyat Indonesia. Ia berharap, generasi muda mau menghargai perjuangan para pahlawan dengan mengisi hidup lebih baik lagi.
Kisah Hidup Ilyas Karim Sang Pengibar Bendera Pusaka
Ilyaskarim
Di usianya yang ke-81, pria sepuh itu masih tetap menikmati hidupnya di pinggir rel Kalibata, Jakarta Selatan. Pria yang kini menderita stroke mata itu seharusnya bisa hidup lebih layak. Sebab, pria bernama Ilyas Karim adalah pelaku sejarah penting. Dialah pengibar pertama Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945 lalu.
Anda tentu pernah melihat foto upacara pengibaran Bendera Merah Putih pertama kali di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat. Di foto itu tampak dua orang pengibar bendera yang dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Ibu Fatmawati, dan SK Trimurti. Pemuda pengibar bendera yang bercelana pendek itulah Ilyas Karim.
Saat ini Ilyas tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl. Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, bersebelahan dengan rel kereta api, Selasa (12/8/2008) kemarin, Ilyas masih tampak bugar. Meski gerak badannya tidak segesit dulu, namun dia tidak tampak bungkuk ataupun tergopoh ketika berjalan.
Ilyas menceritakan pengalamannya sebagai pengibar bendera Merah Putih pertama di republik ini. Waktu itu, Ilyas adalah seorang murid di Asrama Pemuda Islam (API) yang bermarkas di Menteng Jakarta Pusat. Malam hari sebelum dibacakan proklamasi kemerdekaan RI, Ilyas beserta 50-an teman dari API diundang ke rumah Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56.
“Katanya ada acara gitu,” tutur Ilyas.
Saat berkumpul di rumah Soekarno itulah Sudanco (Komandan Peleton) Latief menunjuknya untuk menjadi pengibar bendera di acara proklamasi kemerdekaan keesokan harinya. Satu orang pengibar yang lain yang ditunjuk adalah Sudanco Singgih, seorang tentara PETA. “Saya ditunjuk karena paling muda. Umur saya waktu itu 18 tahun,” kata Ilyas.
Ilyas menceritakan pengalaman itu dengan penuh semangat. Matanya yang harus diplester agar tidak terpejam tampak berbinar. Ilyas memang menderita stroke mata. Dokter menganjurkannya untuk memlester kelopak matanya agar tidak terpejam. Sudah berbagai upaya pengobatan ditempuhnya namun belum juga membuahkan hasil.
Meski dengan sakitnya itu, Ilyas tetap aktif beraktivitas. Sejak tahun 1996 dia menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia yang memiliki cabang di 14 propinsi, antara lain di Medan, Riau, Jambi, Palembang, Banten, dan Ambon.
“Saya akan diganti tahun 2009 nanti,” kata Ilyas.
Yayasan itu sendiri bergerak di bidang sosial. Kegiatannya antara lain penyantunan anak yatim, pembangunan rutempat ibadah, dan penyantunan orang jompo.
Ilyas lahir di Padang, Sumbar. Dia sekeluarga baru menetap di Jakarta pada 1936. Ayahnya dulu seorang camat di Matraman. Di zaman penjajahan Jepang, ayahnya dibawa ke Tegal dan dieksekusi tentara Jepang. Sejak saat itu, Ilyas menjadi yatim.
Setelah pengibaran Sang Saka Merah Putih itu, Ilyas kemudian menjadi tentara. Pada 1948, Ilyas dan sejumlah pemuda di Jakarta diundang ke Bandung oleh Mr Kasman Singodimejo. Di Bandung, dibentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kesatuan tentara ini kemudian ini nama Siliwangi. Nama Siliwangi merupakan usul dari Ilyas.
Sebagai tentara, Ilyas pernah diterjunkan di sejumlah medan pertempuran di berbagai daerah, termasuk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Libanon dan Vietnam. Pada 1979, Ilyas pensiun dengan pangkat letnan kolonel. Kehidupannya mulai suram, karena dua tahun kemudian dia diusir dari tempat tinggalnya di asrama tentara Siliwangi, di Lapangan Banteng, Jakpus. Sejak saat itu hingga saat ini dia tinggal di pinggir rel KA.
sumber: http://kaskusnews.com/2010/01/02/ini-dia-pengibar-bendera-sang-pusaka-untuk-pertama-kali/

Birbal dan Punggawa Tidak Jujur



Punggawa Bondil terkenal licik. Ia sering menawari seseorang lima emas. Asalkan, lelaki itu mau berendam di kota semalam suntuk. Lelaki itu bersedia. Malam harinya, lelaki itu mulai berendam di kolam. Semalaman ia berendam. Dua penjaga mengawasinya dari tepi kolam.
Keesokan paginya lelaki itu keluar dari kolam. Kedua penjaga itu melapor bahwa tidak sedetik pun pun lelaki itu meninggalkan kolam. Mendengar laporan itu Punggawa Bondil kecewa. Punggawa Bondil itu tidak mau kehilangan lima keping koin emas. Ia mencari akal.
Punggawa Bodil pun bertanya, “Apakah ada lampu di kolam itu ?”
Lelaki itu menjawab jujur, “Ada,Tuanku. Sebuah lampu teplok yang dipakai menerangi jalan. Jaraknya dari kolam kira – kira seratus langkah.”
“Apakah kamu memandangi lampu jalanan itu ?” lanjut Punggawa Bondil.
“Ya, sesekali,” jawab lelaki miskin.
“Kamu tahan berada dalam kolam karena dibantu energi panas dari lampu itu. Kamu curang! Kamu kalah taruhan!” Kata punggawa Bondil.
Punggawa Bondil mengusir lelaki itu. Lelaki itu merasa tertipu. Lelaki miskin itu menemui Birbal. Ia adalah orang kepercayaan Kaisar Akbar.
Esok harinya Birbal tidak hadir di istana. Kaisar Akbar menjadi gelisah. Ia segera mengirim utusan ke rumah Birbal.
“Yang mulia, Birbal sedang memasak air .Ia akan datang setelah airnya matang,”lapornya.
Kaisar Akbar menunggu. Dua jam telah berlalu. Birbal belum datang juga.
Karena penasaran, Kaisar Akbar datang kerumah Birbal. Tampak Birbal sedang menghembus api kecil agar nyalanya membesar. Sementara panci yang berisi air penuh, tertopang tinggi di atas tiga galah bambu panjang.
Kaisar Akbar menegurnya,”Hai Birbal, sampai kiamat sekalipun, airnya tetap saja dingin. Dari siapa kau belajar memasak seperti itu?.
Birbal menjawab,” Yang mulia, hamba belajar dari Punggawa Bondil. Menurutnya, orang yang berendam di kolam bisa merasa hangat jika menerima panas dari lampu teplok di kejauhan, jadi kalau hamba memasak seperti ini pasti air di ujung galah itu juga bisa mendidih.
Setelah itu Birbal bercerita tentang taruhan Punggawa Bondil dan lelaki.
Kaisar Akbar murka mendengar cerita Birbal. Kemudian beliau memanggil Punggawa Bondil dan lelaki itu.
“Uang lima keping emas itu harus di berikan pada lelaki itu. Mulai hari itu Punggawa Bondil di berhentikan dengan tidak hormat,” Begitu keputusan Kaisar Akbar.

Ceritakan kembali bacaan tersebut di atas dengan bahasa mu sendiri

Birbal dan Punggawa Tidak Jujur



Punggawa Bondil terkenal licik. Ia sering menawari seseorang lima emas. Asalkan, lelaki itu mau berendam di kota semalam suntuk. Lelaki itu bersedia. Malam harinya, lelaki itu mulai berendam di kolam. Semalaman ia berendam. Dua penjaga mengawasinya dari tepi kolam.
Keesokan paginya lelaki itu keluar dari kolam. Kedua penjaga itu melapor bahwa tidak sedetik pun pun lelaki itu meninggalkan kolam. Mendengar laporan itu Punggawa Bondil kecewa. Punggawa Bondil itu tidak mau kehilangan lima keping koin emas. Ia mencari akal.
Punggawa Bodil pun bertanya, “Apakah ada lampu di kolam itu ?”
Lelaki itu menjawab jujur, “Ada,Tuanku. Sebuah lampu teplok yang dipakai menerangi jalan. Jaraknya dari kolam kira – kira seratus langkah.”
“Apakah kamu memandangi lampu jalanan itu ?” lanjut Punggawa Bondil.
“Ya, sesekali,” jawab lelaki miskin.
“Kamu tahan berada dalam kolam karena dibantu energi panas dari lampu itu. Kamu curang! Kamu kalah taruhan!” Kata punggawa Bondil.
Punggawa Bondil mengusir lelaki itu. Lelaki itu merasa tertipu. Lelaki miskin itu menemui Birbal. Ia adalah orang kepercayaan Kaisar Akbar.
Esok harinya Birbal tidak hadir di istana. Kaisar Akbar menjadi gelisah. Ia segera mengirim utusan ke rumah Birbal.
“Yang mulia, Birbal sedang memasak air .Ia akan datang setelah airnya matang,”lapornya.
Kaisar Akbar menunggu. Dua jam telah berlalu. Birbal belum datang juga.
Karena penasaran, Kaisar Akbar datang kerumah Birbal. Tampak Birbal sedang menghembus api kecil agar nyalanya membesar. Sementara panci yang berisi air penuh, tertopang tinggi di atas tiga galah bambu panjang.
Kaisar Akbar menegurnya,”Hai Birbal, sampai kiamat sekalipun, airnya tetap saja dingin. Dari siapa kau belajar memasak seperti itu?.
Birbal menjawab,” Yang mulia, hamba belajar dari Punggawa Bondil. Menurutnya, orang yang berendam di kolam bisa merasa hangat jika menerima panas dari lampu teplok di kejauhan, jadi kalau hamba memasak seperti ini pasti air di ujung galah itu juga bisa mendidih.
Setelah itu Birbal bercerita tentang taruhan Punggawa Bondil dan lelaki.
Kaisar Akbar murka mendengar cerita Birbal. Kemudian beliau memanggil Punggawa Bondil dan lelaki itu.
“Uang lima keping emas itu harus di berikan pada lelaki itu. Mulai hari itu Punggawa Bondil di berhentikan dengan tidak hormat,” Begitu keputusan Kaisar Akbar.

Ceritakan kembali bacaan tersebut di atas dengan bahasa mu sendiri

Jangan mau dikalahkan oleh keadaan . . . . Bermimpilah !!

jngan mau dikalahkan oleh keadaan . . . . Bermimpilah !!

Kata itulah yang akhirnya muncul ketika seharian ini berperang dengan pikiranku sendiri . . .

Hari ini seperti biasa , entah positiv effect atau negatif effect aku jadi sering online setelah punya si hitam manis dan super ngebut itu ( modem ku . .xp).  Sebenarnya menurutku,aku tidak terlalu ke negatif maupun terlalu ke positif , mungkin negatifnya aku jadi sering online facebook (yah . . . Itung2 menikmati masa2  terakhir bersama facebook sebelum katanya bulan maret depan akan di blokir oleh sang empu-nya facebook), tapi si hitam manis juga membantuku buat lebih mendalami hobiku, aku jadi bisa sering dapet ebook-ebook berkualitas ( novel , ensiklopedi , maupun buku2 tutorial design dan pemrograman), trus sering2 deh dapet info terbaru tentang K & J pop maupun K - J dorama . . hehehehe.

Well, sekarang bukan itu yang aku ingin ceritakan disini. Hari ini selain rutinitasku dengan fb (balesin comment dan bla bla bla . .) aku iseng2 buka2 fbnya temen2 dan kakak2 angkatan di SMA . .  . Dan selalu , setiap aku meri-view ingatan ku pada SMAku tercinta dan teman-teman aksel rasanya seperti mimpi saja aku pernah ada disana .  .orang-orang baik , yang pantang menyerah mengejar mimpinya dan yang pasti mereka selalu inspiratif buatku. Dan kadang aku merasa disinilah aku harusnya selalu melihat ketika aku kehilangan tujuan dan arah, karena dengan melihat dan mengingat mereka semangat ku untuk berjuang kembali terisi full lagi . .

Dari tab satu ke tab yang lain semakin banyak hal-hal yang aku temui saat aku membuka profile-profile mereka di FB maupun membuka blog-blog mereka .  .waaw . .ada rasa iri yang akhirnya berubah menjadi sebuah semangat juang yang besar ketika melihat mereka2 yang berhasil membuat suatu perjalanan hidup yang hebat dan membuat dunia mereka berbeda. Kenyataan bahwa ada kakak2 angkatan yang berhasil menjadi seorang enterprneur, menjadi seorang pegawai di perusahaan yg OK punya , dan yang paling sering aku lihat mereka-mereka yg  memiliki kesempatan menginjakkan kaki ke negeri orang untuk penelitian , pertukaran mahasiswa maupun melanjtkan study disana . .  .

Dan dari semua itu membuat suatu statement yg tak terbantahkan dalam pikiranku "LIHAT , MEREKA SANGAT DEKAT dan SANGAT NYATA" . . . . .

Kemudian mulailah terjadi perang pikiran dalam diriku ,
 "harusnya kamu dahulu bisa lebih giat si !" ,

 " well, kondisi mereka berbeda denganmu si . . . Kamu harus berjuang untuk keluargamu, jadi berhentilah bermimpi terlalu jauh .." ,

" Tidak apa-apa . . Bermimpilah !! Karena apapun yang terjadi nanti , jika kamu lakukan yang terbaik pastilah hasilnya akan baik .. Percayalah itu !" ,

"si . . Sekecil apapun mimpi yg kamu impikan ,semua itu butuh yg namanya biaya . . Dan lihatlah dirimu sekarang . .!! Bukankah kamu tidak mau merepotkan ayahmu lagi !" ,

"ayahmu tidak memforsirmu untuk menanggung beban keluarga si . . . Lagi pula jika kamu serius pasti hasilnya insyaallah juga akan baik . .dan ayahmu akan bangga padamu . . .jadi berjuanglah dan berikan hasil yang terbaik untuk beliau !"

Hah . . Semua itu membuatku semakin lelah .. .

Hingga kemudian . . Satu hal yang aku yakini dalam hati  "BENAR ! JIKA AKU BERUSAHA SEKUAT TENAGA INSYAALLAH ALLAH AKAN MEMBERIKAN HASIL YANG TERBAIK ATAS APA YANG AKU USAHAKAN NANTI . .. ENTAH APAPUN HASILNYA NANTI, SESUAI MAUPUN TIDAK SESUAI YANG DIHARAPKAN, AKU  TIDAK AKAN MENYESAL KARENA UNTUK MERAIHNYA AKU SUDAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA KU . . . DAN JANGAN TAKUT AKAN MASA DEPAN SI !! KARENA SEMUANYA SESUNGGUHNYA SUDAH DITULISKAN DALAM BEBERAPA  JALAN BUATMU OLEH ALLAH , TINGGAL KAMU MEMILIH JALAN YANG TERJAL TAPI TAKKAN ADA PENYESALAN DIKEMUDIAN, ATAU LURUS TANPA HAMBATAN TETAPI PASTI AKAN ADA PENYESALAN KELAK . . . .
JADI . . . JANGAN MAU DIKALAHKAN OLEH KEADAAN YANG BISA MENGHENTIKAN LANGKAHMU BERMIMPI . . . . !!! DAN AKU INGGIN KAMU TERUSLAH BERMIMPI !!!




*ditujukan untuk diriku sendiri , ketika nanti saat mimpiku sedang dikalahkan keadaan, aku bisa bangkit kembali karena tulisan ini . . .

Ketika Aku Menjadi Keledai Karena Cinta

Ketika Aku Menjadi Keledai Karena Cinta


Cinta adalah sebuah energi. Cinta adalah semangat. Cinta adalah daya ribuan watt yang mampu membuat orang melakukan apa saja. Demi cinta…atas nama cinta..karena cinta…
Sedangkan keledai adalah hewan yang lamban, bodoh, tampak kurang bersemangat, tapi sangat setia pada majikannya.
Cinta dan keledai adalah hal yang tampaknya berlawanan. Bagai bumi dan langit. Tapi jika mau menyadari, para pecinta sering bertindak seperti keledai. Lamban berpikir, bodoh dan terlalu setia.
Begitu banyak kecerobohan dan kebodohan yang dilakukan akibat depresi karena patah hati.
Saat aku masih kuliah dan tinggal di asrama, ada seorang teman cewek yang nekat 2 kali meminum 10 butir Paracetamol dan CTM saat memergoki pacarnya yang juga seasrama jalan sama cewek lain. Berjam- jam jadi kerumunan orang karena hampir out. “Waduh bodoh bener ni orang” pikirku. Tapi beberapa tahun kemudian akupun mengalami hal yang sama. Patah hati dan rasanya memang sakit sekali. Tapi aku cuma minum 2 butir Paratusin biar tidurnya lamaan he…Ada juga teman yang mengubah penampilannya 360 derajat dari seorang jilbaber sejati ke dandanan cewek kece hanya karena jatuh cinta sama berondong.
Di luar sana masih banyak para pecinta bodoh. Dari sebuah penelitian mengungkap bahwa banyak diantara ciblek (maaf pelacur) di Semarang yang melakoni profesi hinanya hanya karena takut diputusin pacar kalau ngga mau. Banyaknya kasus bunuh diri karena patah hati baik yang langsung maupun yang membunuh dirinya secara pelan- pelan menjadi hal yang mudah dijumpai di media. Dan yang lebih bodoh lagi saat masih jadi mahasiswa praktekan di RSJ Magelang, banyak juga saya jumpai orang yang menyerahkan kewarasannya untuk cinta.
Jadi mumpung ini katanya mau hari kasih sayang, mari memaknai cinta dengan bijak. Karena cinta hanyalah sebuah simbol di otak. Seperti rasa manis, asin , dan pahit yang walaupun tanpa melewati reseptornya sudah begitu dihafal oleh otak. Perbaiki mindset kita karena apa yang kita pikirkan itulah yang kita rasa. Kalau masih mikir “Cinta itu deritanya tiada akhir” ya akan selamanya jadi Chu Phat Kai he….he…Pandanglah cinta dari segi yang positif. Kalau putus cinta tak usah dibikin sengsara. Nangis boleh tapi jangan sampai gila dan bodoh. Dan yang harus diingat bahwa diatas semua cinta terhadap makhluk ada cinta yang jauh lebih tinggi dan penting yaitu cinta terhadap Sang Pencipta.

"An Old Man & The Night Sky"

Seperti malam-malam biasanya tiap menjelang pukul satu, pria tua itu kembali terjaga dari tidur yang belakangan kurang nyenyak. Muka pucat berkeringat. Nafasnya tersengal putus-putus yang bila dicermati ternyata seirama tik-tok jam dinding. Malam begitu sepi. Keheningan kadang pecah oleh batuk-batuk yang mencekik tenggorokan, membuat jantung seakan-akan mau rontok. Udara dingin begitu akrab meresapi pori-pori.

Begitulah, seperti biasanya ia coba istirahat sejenak dengan duduk di kursi rotan yang tepat menghadap muka jendela kaca persegi. Kurang lebih satu meter jarak bola matanya dengan lapisan tipis bening itu, sehingga matanya yang selalu sayu tak bersemangat bisa dengan mudah memandang luas dan jauh ke luar: di atas sana ada langit malam yang seakan-akan menjelma layar lebar, dan bila ditatap dalam-dalam akan muncul rangkaian gambar halus dengan warna peristiwa masa lalu yang berganti-ganti, mungkin seperti tayangan slide dengan urutan yang tidak runut -ingatan seorang pria tua tidak cukup kaku untuk persis menghapal rangkaian peristiwa satu-persatu.

Yang pasti, setiap menjelang pukul satu, pria tua itu selalu dibangunkan kembali oleh semacam kegelisahan, mungkin juga kangen, untuk menengok kembali dirinya sendiri ketika berada di tengah-tengah kehangatan anak-istri puluhan tahun silam, ketika masa-masa gembira; minum teh bersama sambil berselonjor kaki di beranda sore hari, cubitan gemas dari istri melihat si bungsu merengek tidak dikasih duit recehan atau ketika tiba hari menerima gaji dan ia pulang ke rumah mendapati ciuman-ciuman hangat lima anak nakal yang mendarat di pipi.

Begitulah, langit malam belakangan telah menjadi kawan yang terlalu rajin mengajak dirinya kembali menyelami masa silam, berenang dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya. Baginya langit malam selalu indah bila telah sampai di detik-detik pergantian hari; hening, sepi, dingin merasuki pori-pori. Maka wajar kiranya meski tak diberi aba-aba dengan repot-repot pasang alarm, kerinduannya yang begitu dalam, yang mungkin muncul jauh jauh jauh jauh dari alam bawah sadarnya setiap menjelang pukul satu, telah sedemikian tekun mengantarnya kembali menemui langit malam yang mungkin kini menjadi satu-satunya keindahan yang tertinggal dalam sisa hidup.

Meski bisa saja tuan-tuan sekalian bersepakat (dengan usia belum tua-tua begini), langit malam lebih cocok jadi layar kusam di sebuah gedung bioskop dengan sejibun pilihan film-film dokumenter tentang pembunuhan keji dalam perang tak habis-habis, busung lapar dan bencana banjir, pertikaian antar ras dan suku, jurang kaya-miskin, perselingkuhan, copet di bis kota atau tetangga sebelah rumah yang sering menikam dengan fitnah.

Tapi demi 'hasrat hidup tenang' yang barangkali, sadar tidak sadar, tuan-tuan rawat juga hingga kelak menginjak lanjut usia, biarlah pria satu ini menjalani hari tuanya dengan kebiasaan baru yang indah itu; langit sebenarnya hanyalah berisi bulan jelek, bintang kecil dan beberapa lembar awan yang kadang gelap-suram. Sesekali muncul kunang-kunang. Jadi amatlah mengharukan bila itu